Webinar Series Forum Kemitraan: Kondisi dan Strategi Ketenagakerjaan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19

Pengangguran muda masih menjadi salah satu isu sosial utama di Indonesia. Terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang berdampak pada peningkatan jumlah tenaga kerja yang kehilangan mata pencaharian. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut, berdasarkan hasil rekonsiliasi data Kementrian Tenaga Kerja dan BP Jamsostek (per 27 Mei 2020), setidaknya sebesar 1,7 juta orang yang dirumahkan dan mengalami PHK selama wabah berlangsung. Tenaga kerja muda termasuk yang terdampak. Mengambil tindakan proaktif mengatasi situasi tersebut, Indonesia Business Links (IBL)bersama Citi Indonesia (Citibank) menginisiasi seri kegiatan Forum Kemitraan –berupa ajang dialog para pemangku kepentingan untuk berkontribusi atasi pengangguran muda di tengah pandemi COVID-19.Forum yang telah dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2020 lalu ini merupakan kegiatan seri pertama dari 5 seri forum kemitraan yang direncanakan. Kegiatan yang diikuti oleh hampir 100 orang peserta ini diisi dengan pemaparan dari sisi pemerintah, yang diwakili oleh Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto, Bapak Soeprayitno selaku Ketua Komite Tetap Bidang Hubungan Industrial Kadin Indonesia, serta Program Officer ILO, Bapak Tendy Gunawan.

Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto, mengatakan, “Arah kebijakan dan strategi pemerintah dalam pembangunan generasi muda Indonesia berfokus pada: (1) peningkatan produktivitas dan daya saing melalui pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kerja sama industri, (2) melanjutkan reformasi ketenagakerjaan untuk mendukung upaya peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja, serta (3) penguatan kapasitas kelembagaan, koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan, serta pengembangan peran dunia usaha dan masyarakat dalam menyelenggarakan pelayanan kepemudaan yang terintegrasi. Dalam implementasinya, terlebih untuk mengatasi pengangguran akibat dampak pandemi COVID-19, perlu adanya praktik cerdas yang memberikan kesempatan kepada kalangan Indonesia Muda untuk mampu Terampil Bekerja maupun Terampil Berwirausaha, melalui pemberian keahlian yang sesuai bagi pemuda agar menjadi lebih produktif.”

Perlunya tindakan segera untuk mengatasi pengangguran akibat wabah COVID-19 juga tercermin dalam studi ILO: “Global Survey on Youth and COVID-19, Indonesia” yang dirilis baru-baru ini. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa 1 dari 5 orang tenaga kerja muda telah berhenti bekerja sejak awal pandemi. Sementara, sekitar 52,3 persen tenaga kerja muda yang disurvei, mengaku telah mengalami pengurangan jam kerja nyaris separuh dari durasi normal sehingga berimbas pada menurunnya pendapatan mereka.

Menurut Country Head of Corporate Affairs Citibank, Puni A. Anjungsari, “Kita harus dapat melihat bahwa dalam setiap tantangan terletak peluang. Berdasarkan perkiraan kami, perekonomian Indonesia pada kuartal III-2020 akan terus membaik dan menuju normalisasi pra-COVID-19. Berdasarkan riset yang baru-baru ini dilakukan oleh UNDP melalui program Youth Co:Lab yang didanai oleh Citi Foundation, terlihat bahwa lebih dari 84 persen pengusaha muda yang terkena dampak pandemi telah melakukan berbagai inovasi dan mengembangkan sistem pendukung melalui berbagai jejaring sosial kewirausahaan muda. Oleh sebab itu, mari kita terus optimis dan tebarkan semangat ke para pemuda karena merekalah yang menjadi roda perekonomian bangsa.”

“Kami percaya, tingkat pengangguran pada kalangan muda bisa teratasi apabila sektor bisnis, pemerintah, organisasi masyarakat dan akademisi dapat bekerja sama sinergis, terlebih di masa sulit pandemi COVID-19 ini. Untuk itu, Citi Indonesia dan IBL bertekad melanjutkan program Skilled Youth dengan berbagai pendekatan yang lebih kreatif. Program Skilled Youth akan terus memberdayakan kalangan muda melalui peningkatan kemampuan, baik soft skillmaupun hard skill, demi meningkatkan kapasitas guna membuka kesempatan ekonomi yang lebih baik bagi mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” tutup Ketua Pengurus Indonesia Business Links, Chrysanti Hasibuan-Sedyono.

Selain sektor ketenagakerjaan, sector Usaha Kecil dan Menengah juga tentu terdampak oleh pandemi. Demi mendorong perluasan peluang ekonomi untuk anak muda di era new normal, khususnya di sektor UKM,  IBL akan melanjutkan forum kemitraan seri kedua dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan hal tersebut. Pada seri terakhir rangkaian forum kemitraan ini, dapat menghasilkan rekomendasi kunci bagi pemerintah untuk membantu penyelesaian kondisi ketenagakerjaan muda di Tanah Air. Rangkaian diskusi ini menjadi bagian dari program Skilled Youth dengan dukungan dari Citi Foundation, yang berfokus memberikan bekal kemandirian dan edukasi finansial kepada generasi muda Indonesia.

Post a comment